Monoetnik dan Masyarakat Homogen
MAKALAH
MASYARAKAT DAN SUKUBANGSA: MONOETNIK DAN
MASYARAKAT HOMOGEN

OLEH:
MEGA WIRMADANI 15058022
JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjat kan kehadiran ALLAH SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah nya, makalah ini dapat diselesaikan tepat waktunya. Shalawat dan salam tetap kita curah kan kepada Nabi
Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya yang senantiasa menjalankan sunah-sunah beliau.
Tidak lupa penulis ucapkan kepada Bapak/Ibu yang telah membimbing dan memberikan ilmu nya kepada penulis, dan juga teman-teman
yang ikut menyumbang pikiran nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan.
Penulis berharap kepada bapak/ibu khususnya, dan umum nya kepada para pembaca apabila menemukan kesalahan atau kekurangan dalam penulisan makalah ini,baik dari segi bahasannya maupun isinya, penulis mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun kepada semua pembaca demi lebih baiknya makalah-makalah
yang akan datang.
Padang
, Maret 2017
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Masyarakat merupakan
sekelompok individu yang secara langsung
atau tidak langsung saling berhubungan sehingga merupakan sebuah satuan
kehidupan yang berkaitan antara sesamanya antara sebuah satuan kehidupan yang
dimana mempunyai kebudayaan tersendiri, berbeda dari kebudayaan masyarakat
lain. Sebagai satuan kehidupan, sebuah masyarakat biasanya menempati sebuah
wilayah yang menjadi tempat hidupnya dan lestarinya masyarakat tersebut.
Masyarakat tersebut hidup dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dlam
wilayah tempat mereka hidup untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup mereka
sebagai manusia.
Sukubangsa merupakan sekelompok manusia yang memiliki
kesatuan dalam budaya dan terikat oleh kesadara akan identitas. Menurut
Frederick Barth suku bangsa adalah berupa himpunan manusia karena adanya
kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa, ataupun merupakan kombinasi dari
kategori yang masuk terikat pada sistem nilai budaya.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Bagaimana
masyarakat monoetnik masyarakat Indonesia?
2.
Bagaimana
masyarakat homogen di Indonesia?
C.
TUJUAN
1.
Untuk
mengetahui bagaimana masyarakat mnoetnik di Indonesia
2.
Untuk
mengetahui masyarakat homogen di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam pengertiannya kata etnis
memang sulit untuk didefinisikan karena hampir mirip dengan istilah etnik seperti di kutip dari smartpsikologi.blogspot.com disana di
jelaskan bahwa istilah etnik sendiri
merujuk pada pengertian kelompok orang-orang, sementara etnis merujuk pada
orang-orang dalam kelompok, namun Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) etnis itu sama artinya dengan etnik, dan pengertiannya dalam KBBI
sendiri sebagai berikut:
“et·nik
/étnik/ a Antr bertalian dng kelompok sosial dl sistem sosial atau
kebudayaan yg mempunyai arti atau kedudukan tertentu krn keturunan, adat,
agama, bahasa, dsb; etnis”
Sementara
itu pengertian dari etnik dari berbagai sumber ialah adalah:
1. Dalam Ensiklopedia Indonesia disebutkan istilah etniik berarti
kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau
kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya.
2.
Menurut Frederich Barth
(1988) istilah etnik menunjuk pada suatu kelompok tertentu yang karena kesamaan
ras, agama, asal-usul bangsa, ataupun kombinasi dari kategori tersebut terikat
pada sistem nilai budayanya.
3. Menurut Anthony Smith,
komunitas etnis adalah suatu konsep yang digunakan untuk menggambarkan
sekumpulan manusia yang memiliki nenek moyang yang sama, ingatan sosial yang
sama (Wattimena, 2008), dan beberapa elemen kultural. Elemen-elemen kultural
itu adalah keterkaitan dengan tempat tertentu, dan memiliki sejarah yang kurang
lebih sama.
Dari pengertian diatas bisa disimpulkan bahwa etnis adalah
sekumpulan manusia yang memiliki kesamaan ras, adat, agama, bahasa, keturunan
dan memiliki sejarah yang sama sehingga mereka memiliki keterikatan sosial
sehingga mampu menciptakan sebuah sistem budaya dan mereka terikat didalamnya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
dijelaskan bahwa :
Suku--bangsa
kesatuan sosial yg dapat dibedakan dr kesatuan sosial lain berdasarkan
kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan, khususnya bahasa;
Selain itu juga ada pendapat lain yang berusaha men definisikan mengenai
apa itu suku bangsa:
1.
Menurut Koentjaraningrat (1989), suku bangsa
merupakan kelompok sosial atau kesatuan hidup manusia yang mempunyai sistem
interaksi, sistem norma yang mengatur interaksi tersebut, adanya kontinuitas
dan rasa identitas yang mempersatuan semua anggotanya serta memiliki system kepemimpinan sendiri.
2. Menurut
Theodorson dan Theodorson yang dikutip oleh Zulyani Hidayah (1999), kelompok
etnik adalah suatu kelompok sosial yang memiliki tradisi kebudayaan dan rasa
identitas yang sama sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang lebih besar.
3. Menurut
Abner Cohen yang dikutip oleh Zulyani Hidayah (1999), kelompok etnik adalah
suatu kesatuan orang-orang yang secara bersama-sama menjalani pola-pola tingkah
laku normatif, ataukebudayaan, dan yang membentuk suatu bagian dari populasi
yang lebih besar, saling berinteraksi dalam
kerangka suatu sistem sosial bersama, seperti negara.
Suku
bangsa sebagai kesatuan hidup manusia yang memiliki
kebudayaan dan tradisi yang unik, membuat mereka mereka memiliki identitas
khusus dan berbeda dengan kelompok
lainnya, dan suku bangsa merupakan bagian dari populasi yang lebih besar yang
disebut dengan bangsa
1. Masyarakat
Monoetnik
Mono-etnik
adalah kondisi dimana terdapat hanya satu etnis yang dominan di suatu negara.
Hal tesebut mendorong terjadinya usaha dominasi etnis mayoritas untuk
menjadikan etnisnya sebagai karakter negara tersebut, sehingga muncul
nasionalisme dari etnis minoritas.
Keragaman etnis menyebabkan konflik etnis sulit untuk
dihindari, baik konflik antara etnis maupun antara etnis dan pemerintah.
Menurut Brown, terdapat beberapa pendekatan dalam menjelaskan penyebab
terjadinya konflik etnik.
1.
Adanya
multietnis di suatu negara yang dibatasi hanya oleh perbatasan buatan sehingga
sering terjadi gesekan antara etnis
2.
Pertumbuhan
ekonomi yang tidak merata antara wilayah yang memancing adanya kecemburua
sosial
3.
Masing-masing
etnis beranggapan bahwa daerah mereka merupakan wilayah kekuasaan etnis tersebut.
Masyarakat multietnis adalah kondisi dimana terdapat
banyak etnis disuatu negara dan tidak ada etnis yang menonjol / dominan.
Karakteristik monoetnik ditunjukkn dengan adanya usaha
dominasi etnis mayoritas baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun etnis itu
sendiri untuk menjadikan identitas tersebut sebagai karakter ideologi dari
negara nasional tertentu.
2. Masyarakat
Homogen
Masyarakat homogen adalah sebuah masyarakat yang secara
dominan atau keseluruhan terdiri dari orang-oranag yang memiliki etnisitas (ras,
bahasa, dan tradisi kultur yang sama) kebanyakan masyarakat-masyarakat skala
kecil yang bersifat homogen.
Masyarakat homogen ditandai dengan ciri-ciri dimana
anggota-anggota masyarakat tergolong dalam suatu asal atau sukubangsa dengan
satu kebudayaan yang digunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari. Dalam
masyarakat homogen, pranata-pranata yang berlaku, dalam kehidupan keluarga dan
kekerabatan maupun yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
Pada tingkatan-tingkatan hubungan sosial yang umum
sifatnya serta yang berlaku dalam kehidupn nasional atau pemerintahan dan
politik yang formal(orang-orang yang mempunyai landsan atau sumber kebudayaan
yang sama) yaitu kebudayaan suku bangsa.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Mono-etnik
adalah kondisi dimana terdapat hanya satu etnis yang dominan di suatu negara.
Hal tesebut mendorong terjadinya usaha dominasi etnis mayoritas untuk
menjadikan etnisnya sebagai karakter negara tersebut, sehingga muncul
nasionalisme dari etnis minoritas.
Masyarakat homogen adalah sebuah masyarakat yang secara
dominan atau keseluruhan terdiri dari orang-oranag yang memiliki etnisitas
(ras, bahasa, dan tradisi kultur yang sama) kebanyakan masyarakat-masyarakat
skala kecil yang bersifat homogen.
B.
Saran
Berdasarkan paparan diatas bahwasanya masih banyak
kekurangan dan kesalahan dari makalah ini, maka untuk perbaikan dimasa yang
akan datang diperlukan saran dan kritikan yang membangun dari pembaca,
terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Suparlan, Parsudi. 2004. Hubungan Antar Suku Bangsa.Jakarta: FISIP UI
Pdf.pengertian-masyarakat-monoetnik-dan-masyarakat homogen.para-ahli
smartpsikologi.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar